Chat with us, powered by LiveChat

MANCHESTER CITY TERLALU LELAH

AGEN SBOBET BANK BNI -|| BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 ||- Itu adalah satu pertandingan, pada permulaan dari tahap grup. Di sana terdapat banyak waktu untuk kembali. Bagi Manchester City, kekalahan 2-1 di kandang oleh Lyon itu seperti tidak lebih dari sebuah kedipan. Bahkan di dalam sebuah penampilan yang buruk, mereka memiliki dua kali lebih banyak tendangan daripada lawan mereka dan, lebih seringnya daripada tidak, mungkin saja bisa menang. Di sana tidak ada alasan untuk panik namun itu tidak untuk mengatakan di sana tidak ada alasan untuk merasa khawatir.

AGEN SBOBET BANK BNI – Apa yang akan menjadi paling mengkhawatirkan adalah masalah yang datang kembali. Pep Guardiola, seperti yang telah diberitahu pada kami, telah bekerja pada pola baru untuk bermain di dalam Liga Champions musim ini, cara berbeda untuk meruntuhkan tim yang bandel. City telah memulai tiap dari lima pertandingan liga musim ini di dalam bentuk yang berbebeda. Tujuannya terlihat untuk bahkan menjadi lebih ke fleksibel, pilihan dengan jangkauan lebih las untuk pertandingan melawan para elit. Mungkin ini adalah hal yang natural yang akan membutuhkan waktu untuk mereka bisa diasimilasikan dan melihat bahwa tim Guardiola telah memiliki tendensi untuk memuncak pada awal dan menjadi kelelahan pada bulan Maret, itu bukan berarti sebuah tanda terburuk jika mereka masih belum ada di kondisi terbaik mereka.

Dua aspek yang pada khususnya menimbulkan rasa khawatir. Yang pertama adalah rasa bahwa City yang ini telah rentan untuk ditekan oleh lawan yang cepat. Kedua gol Lyon pada hari Rabu bercabang dari pembalikan cepat setelah penguasaan bola hilang. Itu bukanlah sebuah pengulangan dari pertandigan perempatan final melawan Liverpool pada musim lalu di dalam rasa bahwa seranga itu telah sama sekali tidak dekat dengan dipertahankan, namun itu memang menunjukkan City, yang dengan sebisa mungkin bisa terlihat hampir lincah tidak tertahankan, bisa diganggung oleh sebuah lawan yang agresif dan terkoordinasi.- AGEN SBOBET BANK BNI

AGEN SBOBET BANK BNI – Walau begitu, hal itu memang benar dari banyak sisi; tidak ada yang menikmati untuk ditekan. Dan itu adalah sebuah strategi dengan resiko tinggi: menekan dengan keras dan jika City bisa mempertahankan penguasaan bola, mereka memiliki kecepatannya untuk memanfaatkan ruang di belakang garis tinggi – seperti yang sudah ditemukan oleh Huddersfield pada musim ini. Bahkan jika pola baru yang dikerjakan oleh Guardiola tidak menghasilkan hal itu, kembalinya dari Kevin De Bruyni dalam beberapa bulan mungkin akan melakukannya.

AGEN SBOBET BANK BNI – Mungkin, hal yang lebih memprihatinkan adalah sesuatu yang kurang nyata, salah satu dari ciri itu dimiliki oleh pria sepak bola kuno: kepemimpinan. Guardiola adalah salah satu dari manajer yang aktif di touchline, selamanya berdiri di pinggir area teknisnya menunjuk dan membujuk, dengan konstan mengubah dan menyesuaikan. Dia tetap menjadi otak taktis dari pihak itu, bahkan di luar lapangan. Yang tidak dia miliki di City adalah seorang pemain yang bisa melakukan untuk dirinya apa yang dia lakukan untuk Johan Cruyff di Barcelona, atau apa yang Xavi lakukan untuk dirinya.

Hal itu tidak masalah selama dia ada di sana untuk menyampaikan instruksinya, dan selama dia bisa menyampaikan pesan itu dengan baik. Melawan Lyon, karena larangan yang menyebabkan keluar dirinya di dalam perempat final pada musim lalu, dia telah tertahan di bangku penonton, tidak bisa menuntun tugasnya, tidak bisa terlibat di dalam mikromanajemen yang dimana dia adalah spesialis disitu.- AGEN SBOBET BANK BNI

AGEN SBOBET BANK BNI – Yang dimana diperparah dengan cara filosofinya meminta para pemain harus menundukkan diri mereka kepada sistem yang ada. Di sana tidak ada ruang untuk individualitas. Seorang pemain keluar sana dan melakukan halnya sendiri akan merusak struktur itu dan membuat mereka menjadi rentan. Itu tidak menunjukkan kalau City membutuhkan sebuah sosok solipsistik seperti Neymar untuk bergerak kesana kemari dan menghiraukan kewajiban pertahanan, namun mereka terkadang bisa kurang dalam sedikit kepribadian – khususnya jika Vincent Kompany sedang tidak hadir.

Autobiografi milik Zlatan Ibrahimovic diingat mendeskripsikan Barcelona milik Guardiola sebagai sebuah grup anak sekolah yang penurut. Mereka membutuhkan guru mereka untuk arahan. Itu bisa menghasilkan permainan dalam dengan kompleksitas yang luar biasa, 11 individual berfungsi sebagai satu, namun itu juga berarti ketika hal mulai berjalan salah, di sana tidak terdapat siapapun untuk mengambil permainan dan menariknya kembali ke lintasan.- AGEN SBOBET BANK BNI

AGEN SBOBET BANK BNI – Ini bukanlah sebuah kehancuran seperti yang dialami oleh pihak Gardiola di masal lalu, itu adalah bukan sial dari tiga gol telah kebobolan pada rentetan 20 menit namun di sana terdapat sebuah kekurangan dorongan yang aneh pada menit-menit terakhir, ketidak hadiran dari sebuah dorongan yang ganas yang mungkin telah diharapkan datang; lagipula, bagian dari poin operan konstan milik City adalah untuk membuat lawan jadi lelah, untuk memperlamban mereka membuat mereka menjadi lebih empuk untuk sebuah serangan pada waktu akhir.

AGEN SBOBET BANK BNI – Tapi ini adalah paradox dari masa sebelum Cryffianisme. Di sana terdapat saat – yang jarang – ketika itu bisa terasa sedikit teratur, dimana kemurnian dari gaya itu terlihat untuk membuatnya jadi rentan, sama seperti anjing bersertifikat itu lebih rentan terhadap penyakit. Itulah kenapa Cruyff membawa masuk Hristo Stoichkov di Barcelona, untuk menambahkan “mala leche” – secara harafiah berarti “susu basi” namun lebih idiomnya, ketangguhan, keberanian, kapasitas untuk improvisasi – yang dia rasa kurang di pihaknya.

AGEN SBOBET BANK BNI – Untuk menunjuk kekurangan di dalam sebuah pihak yang memenangkan liga itu dengan jumlah poin yang memecahkan rekor pada musim lalu sepertinya bisa terasa sedikit absurd namun di sana terdapat saat ketika Anda bertanya apakah City akan mendapatkan keuntungan dari beberapa sudut kasar lainnya, sebuah kapasitas yang lebih besar untuk berpikir di kaki mereka sendiri.